Pages

Rabu, 12 Oktober 2011

Kolaborasi Gaya Hidup Remaja, Sastra, Media dan Internet

Sastra bagi remaja perkotaan bukanlah sastra yang terwakili oleh para sastrawan dari generasi Putu Wijaya sampai Linda Christanty sekalipun. Sastra bagi remaja perkotaan juga bukanlah sastra koran, majalah sastra seperti Horison, maupun jurnal-jurnal kebudayaan yang memuat cerpen, puisi, dan esai-esai serius. Sastra remaja perkotaan adalah sastra pergaulan yang terekspresikan dalam medium-medium baru yang melekat pada gaya hidup mereka. Sastra remaja perkotaan saat ini adalah sesuatu yang sama sekali terlepas dari mata rantai sejarah sastra sebelumnya. Sejarah sastra yang saya maksud adalah sejarah sastra resmi versi para kritikus, teoritisi, akademisi dan para sastrawan sendiri. Sejarah sastra resmi ini sama halnya dengan sejarah pada umumnya yang berpihak pada kepentingan kekuasaan tertentu dengan muatan subjektivitas yang juga kental di dalam historiografi-nya. Dalam konteks remaja perkotaan secara riil, sebenarnya apa yang disebut mainstream sastra itu bahkan tidak eksis. Ada gap yang sangat jauh antara sastra dan kehidupan riil remaja perkotaan sekarang.

Senin, 27 Juni 2011

10 Manfaat Yang Dapat Di Ambil Dari Sepuntung Rokok


Sssttt....!!!!!! Postingan ini tidak bertujuan mengajak anda untuk mulai merokok atau meneruskan kebiasaan anda mengisap asap tembakau. Tetapi adalah hak anda untuk percaya atau tidak bahwa nikotin dan zat-zat lain yang juga berasal dari alam dan berada di dalam rokok juga mempunyai kegunaan..

Menurut buku yang saya baca, dan beberapa refrensi yang ada,  ternyata rokok juga memiliki beberapa bermanfaat..

Berikut beberapa riset yang menguak manfaat rokok bagi kesehatan manusia :

Senin, 20 Juni 2011

Akhir Dari Cinta Q


Biarkan ku pergi
Menyusuri jalan yg b'liku. .
Walau sakit yg kurasakan,,
Tanpa cinta lagi..


Mimpi-mimpi yg indah
Hanya sementara saja
Bagai BUNGA yang telah layu
Kau campakan driku

Begini akhirnya kisah cintaku
Terluka di Relung hati yg dalam
Ku c0ba b'nyanyi walau dalam sepi

Haruz aq RELA kan
Kisah kasih dgn mu. .
Biarkanlah menjauh

Biar,Biarkan aq sendri
Biar ku ikuti Nasib hdup ini
Biar, ,hidup tanpa CiNtA lg. . .
Biar ku trima Luka ini

Aq pun sudah tak' sanggup lg
Mgikuti cara hdupmu
Yang dengan mudahnya kau campakkan diriQ

Minggu, 19 Juni 2011

PERKEMBANGAN ISLAM ERA KHULAFA AR-RASYIDIN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sejarah adalah suatu rujukan saat kita akan membangun masa depan. Namun, kadang orang malas untuk melihat sejarah. Sehingga orang cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang pernah ada dimasa lalu. Disnilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah kisah yang patut kita pelajari untuk merancang masa depan.
Khulafa al-Rasyidun sebagai sahabat-sahabat yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad kiranya pantas untuk dijadikan sebagai rujukan saat kita akan melaksanakan sesuatu dimasa depan. Karena peristiwa yang terjadi sungguh beragam. Dari mulai cara pengaangkatan sebagai khalifah, sistem pemerintahan, pengelolaan administrasi, hubungan sosial kemasyaratan dan lain sebagainya.
Dalam memahami sejarah kita dituntut untuk dapat berpikir kritis. Sebab, sejarah bukanlah sebuah barang mati yang tidak dapat dirubah. Akan tetapi sejarah bisa saja dirubah kisahnya oleh sang penulis sejarah. Nalar kritis kita dituntut untuk mampu membaca sejarah dan membandingkan dengan pendapat lain. Saat kita sudah mampu untuk menyibak tabir sejarah dari berbagai sumber, barulah kita dapat melakukan rekonstruksi sejarah.
Rekonstruksi sejarah perlu dilakukan agar kita dapat memisahkan antara peradaban Arab dan peradaban islam. Sebab, kita sering memakan mentah-mentah peradaban yang datang dari Arab sebab semuanya dianggap sebagai peradaban islam. Kita perlu memandang peradaban dari berbagai aspeknya. Langkah ini agar kita tidak hanya sekedar ”bangga” dan larut dalam historisisme yang seringkali ”menjebak” pemikiran progressif kita.1
B. Pokok Bahasan
1. Bagaimana Perkembangan Politik dan Pemerintahan
Pada masa Khulafa’ al- Rhasyidin?
2. Bagaimana Perkembangan Kebudayaan dan Peradaban
Pada masa Khulafa’ al- Rhasyidin?




BAB II
PEMBAHASAN
  1. Politik dan Pemerintahan Pada masa Khulafa’ al-Rayidun
    1. Abu Bakar As-Shiddiq 11-3 H/ 632-634 M
Abu Bakar memangku jabatan khalifah berdasarkan pilihan yang berlangsung sangat demokratis di muktamar Tsaqifah Bani Sa’idah, memenuhi tata cara perundingan yang dikenal dunia modern saat ini. Kaum Anshar menekankan pada persyaratan jasa (merit), mereka mengajukan calon Sa’ad Ibn Ubadah. Kaum muhajirin menekankan pada persyaratan kesetiaan, mereka mengajukan Abu Ubaidah Ibn Jarrah.2 Sementara itu Ahlul bait menginginkan agar Ali Ibn Abi Thalib menjadi khalifah atas dasar kedudukannya dalam islam, juga sebagai menantu dan karib Nabi. Hampir saja perpecahan terjadi. Melalui perdebatan dengan beradu argumentasi, akhirnya Abu Bakar disetujui oleh jama’ah kaum muslimin untuk menduduki jabatan khalifah.
Sebagai kahlifah pertama, Abu Bakar dihadapkan pada keadaan masyarakat sepeninggal Muhammad SAW. Meski terjadi perbedaan pendapat tentang tindakan yang akan dilakukan dalam menghadapi kesulitan yang memuncak tersebut, kelihatan kebesaran jiwa dan ketabahan batinnya. Seraya bersumpah dengan tegas ia menyatakan akan memerangi semua golongan yang menyimpang dari kebenaran (orang-orang yang murtad, tidak mau membayar zakat dan mengaku diri sebagai nabi).

Jumat, 17 Juni 2011

Setitik Harapan (Kampus tercinta)


Sudah ku Cukupkan semua ni
kan ku akhiri semua ni
apalah arti sebuah Nilai bagiku
Aku tak memerlukannya tuk masa depanku

Sudah tak wajar kurasa semua yang terjadi di tempat ini
begitu banyak kaum kaum kecil yang mengadu nasib di perantauannya
namun aku muak dengan orang atas mereka hanya bisa senyum di atas derita orang
sudah 6 bulan ini aku dan Segenap temanku tak mendapat hak yang seharusnya menjadi milik kami

kami memang kaum yang terpinggirkan namun sepantas itukah kalian memperlakukan kami
bak kucing liar yang selalu mengais ngais makanan bekas dari tong sampah
kalian biarkan kami menderita kalian biarkan kami sengsara kalian orang orang biadab
kalian orang orang yang mempertaruhka agama demi uang semata tak sadarkah kalian serakah

di balik jaring kelabu itu kami berlindung dari dinginnya hawa malam
dengan adanya lilin dan radio tua inilah yang selalu menemani kamu
ketika malam sunyi sepi gelap gulita tak ada apa apa kecuali itu saja

Ketika kalian mulai memperhatikan kami entah kenapa aneh
aneh rasanya hal ini kami terima begitu saja
kalian yang telah dengan tega membuat kami kedinginan,kelaparan,sengsara
dengan tanpa bersalah kalian memberikan sebuah harapan kosong bagi kami

namun apa dayalah kami, kami sadar kami hanyalah kaum kecil
kami tak bisa makan tanpa kalian. tak bisa belajar tanpa kalian
kami pasrahkan semua itu pada yang kuasa pada ALLAH SWT
dengan rasa ikhlas pula kami menerima semua itu

namun setelah kalian memberi kami apa yang menjadi hak kami
kalian memberi kami titik harapan lagi
kalian mulai menjanjikan sebuah janji palsu kepada kami
kalian kan memberikan hak kami untuk 6 bulan ke depan lagi

ya ! itulah ucapan yang hanya bisa kami lisankan
kami sudah pasrah dengan sistem yang ada di parlemen ini
yang hampir membuat kami gila menjalankan semua ini

Hak yang sudah sepantasnya menjadi hak kami sepenuhnya
Hak yang telah di atur dalam tatanan pendidikan negara
kalian hiraukan bahkan kalian selewengkan hak kami itu

harapan yang dahulu kala kami impi impikan kini telah sirna bersama kedzaliman kalian
3 bahkan lebih di antara kami sudah putus asa di jalannya kami takut bagaimana nasib penerus kami kelak